Jembatan Perahu,bisnis receh dengan omzet 25 juta/hari
FJembatan itu menggabungkan antara Desa Mulya dengan Desa Anggadita, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diminati banyak orang. Lantaran bisa menjadi jalur alternatif menghemat waktu perjalanan sekira 20 menit.
Jembatan perahu milik Haji Endang itu dibangun sejak 2010 dengan beberapa tahapan dan sekian kali gagal. Haji Endang kerap tampil sederhana dan berbaur bak warga biasa. Meski diketahui kini sudah menjadi seorang yang tajir melintir.
Mendapat pemasukan lewat jembatan perahu sampai Rp 25 juta per hari terkesan mudah. Tapi pembangunan jembatan perahu viral di Karawang milik H Endang ini butuh waktu panjang dan biaya yang tidak murah.
"Saya pertama bikin 2010, pakai perahu kayu dieret. Tujuannya bantu-bantu warga nyeberang," tutur H Endang dalam program Viral di detikcom.
Perahu eretan yang menghubungkan Desa Anggadita dengan Desa Parung Mulya di Karawang, Jawa Barat, itu ternyata diminati orang. H Endang pun menambah perahunya menjadi dua.
"Secara otodidak timbul ide sendiri dengan perahu dijejerin," tutur pria yang tidak lulus SMP ini.
"Pernah beberapa kali kejadian sampai perahu terbawa arus. Karena pada saat itu kan perahu kayu cuma pakai baut. Akhirnya bautnya lepas," kenang H Endang.
"Ini saya juga rasa orang-orang yang lewat, kalau pak Haji lewat enggak ada yang tahu kalau ini jembatan punya bapak. Enggak semuanya tahu, main lewat-lewat saja," kata @ibnujamilo dalam Youtubenya
Video: @ibnujamilo
Sumber :
Detik.com
https://fb.watch/aeP8za694n/