News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Waspada, Beberapa Tanda 'Adegan' Playing Victim

Waspada, Beberapa Tanda 'Adegan' Playing Victim

TAKTIK or Strategic Playing Victim

Dalam Ilmu Politik Kelas Internasional ada istilah STRATEGIC PLAYING VICTIM, maksudnya adalah Taktik Dramatisir dimana Seorang Politikus diserang oleh 'ORANG YG TAK DIKENAL' namun tidak sampai fatal dan Pelakunya-pun sengaja dishoot dengan tujuan agar Politikus tersebut dapat simpati, yang nantinya dikaitkan dengan lawan Politiknya serta ORMAS yang dianggap musuh Karirnya sehingga makin gencarlah upaya untuk penumpasannya.

Playing victim merupakan perilaku seseorang yang menimpakan kesalahan pada pihak lain, padahal bisa jadi masalah tersebut berasal dari orang itu sendiri. Mengutip dari Healthline, orang-orang selalu mengidentifikasi diri sebagai korban memiliki keyakinan bahwa orang lain menyebabkan kesengsaraan yang ia alami dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengubah situasi.

Pernah nggak, ketika kamu bertengkar dengan seseorang, kamu berkata: "Ya sudah, memang aku yang salah. Aku yang bodoh, kamu selalu benar,"? Kalau jawabannya pernah, maka kamu harus berhati-hati. Pasalnya, bisa jadi kamu menjadi pribadi yang suka playing victim. Melansir dari Psychology Today, playing victim sendiri merupakan sebuah karakteristik individu yang terjebak dalam orientasi bahwa diri mereka ialah korban. Kondisi ini biasanya muncul karena beberapa hal, salah satu yang mendominsasi ialah mereka merasa tidak nyaman dengan kemarahan yang ada di dalam diri mereka.  

Mereka yang mempunyai sifat playing victim ini biasanya tidak disukai oleh pergaulan. Hal ini dikarenakan sifatnya tersebut mampu membawa kerugian bagi orang lain. Nah, agar kamu tahu dan tidak terjebak dalam kondisi ini, maka kamu harus mengenali ciri atau tanda dari orang yang gemar playing victim. Berikut lima tanda orang yang suka playing victim yang harus kamu waspadai, Alasan mengapa seseorang bisa bertindak demikian sangat beragam, antara lain untuk mengontrol atau memengaruhi pikiran, perasaan, dan tindakan orang lain; membenarkan tindakan mereka; mencari perhatian; atau sebagai cara untuk mengatasi situasi tertentu.

Playing victim merupakan perilaku yang toxic, terutama jika digunakan untuk memanipulasi seseorang. George K.Simon (1996) dalam In Sheep's Clothing: Understanding and Dealing with Manipulative People menulis manipulator sering menampilkan diri sebagai korban dari suatu keadaan atau tindakan orang lain.

Menyalahkan/Memanipulasi Orang Lain

Mereka menampilkan diri sebagai orang yang tidak berdaya untuk mendapatkan simpati dan dukungan. Mereka juga bisa membuat orang lain merasa bersalah atas suatu hal yang pernah diperbuat orang tersebut.

Orang yang suka playing victim ialah orang yang gemar menyalahkan orang lain, baik itu karena kesalahan orang lain atau bahkan dirinya sendiri. Biasanya, para pelaku playing victim melakukan ini dengan tujuan untuk membersihkan namanya dari segala macam kesalahan, sehingga citra dirinya tetap bersih dan tampak seperti orang sempurna yang tak punya kesalahan. Kalau kamu pernah melakukan ini, maka jangan pernah ulangi lagi, ya. Pasalnya, kamu akan tak disukai dan membuat dirimu ditidakacuhkan dari pergaulan, lho.

Lepas tangan terhadap tanggung jawab dan kewajiban


Ciri selanjutnya dari orang yang gemar playing victim ialah mereka suka memberikan tanggung jawab dan kewajibannya kepada orang lain. Hal ini dilakukan oleh mereka karena pada dasarnya di diri mereka juga terdapat sifat pesimis. Oleh karena itu, sifat pesimis dan sifat playing victim tersebut bergabung dan membuat mereka menjadi ogah dan takut untuk menjalankan kewajiban yang sudah tertempel di dirinya.

Membocorkan kesalahan orang lain dan menutupi kesalahan diri


Nggak hanya suka menyalahkan orang lain saja, mereka yang punya sifat playing victim juga senang sekali untuk menyebarluaskan kesalahan orang lain dan menutup rapat-rapat kesalahan diri sendiri. Jika seseorang mengetahui kesalahan yang dibuatnya, maka mereka meminta kepada orang tersebut untuk melupakan dan tidak mengungkit kesalahannya tersebut. 

Mengungkit kejadian di masa lalu

Orang yang gemar playing victim ialah mereka yang hobi memosisikan diri sebagai korban. Nah, ciri ini lah yang membuat mereka sering kali menceritakan kejadian-kejadian di masa lalu, terutama kisah pilunya, untuk dibagikan kepada orang lain. Dengan begitu, nantinya mereka akan merasa menjadi sosok yang sering diperlakukan tidak adil dan menjadi pembenaran atas perilaku mereka yang menyimpang ini.

Ogah untuk mengakui kesalahan

minta maaf ialah perilaku yang sangat amat ogah dilakukan oleh para pelaku playing victim. Mereka dengan tabiatnya yang suka menyalahkan orang lain sangat gengsi untuk meminta maaf karena menganggap diri mereka selalu berada pada posisi yang benar. Mereka juga beranggapan bahwa dengan meminta maaf harga diri mereka akan langsung jatuh. Duh, jangan ditiru, ya!

Kerap Terlibat Drama/Sandiwara

Tidak peduli apa yang terjadi, tampaknya selalu ada seseorang yang memperlakukan mereka dengan buruk. Drama ini biasanya hanya diceritakan dari perspektif mereka sendiri, sementara orang lain berada di pihak yang sepenuhnya salah. Mereka menolak untuk bertanggung jawab dan mungkin memutarbalikkan fakta untuk keuntungannya sendiri.

Nah, itu diantara ciri 'adegan ' playing victim. Kalau kamu pernah melakukan salah satu dari ciri tersebut, segera perbaiki diri, ya. Jangan sampai semua orang menjadi antipati denganmu.

Diolah dari berbagai sumber

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.