Sholat Politik
K
onon ketika kota makkah belum sebaik sekarang ini,pembangunan dan teknologinya orang islam dalam menjalankan rukun islam yang ke lima (haji) masih apa adanya artinya perjalanan menuju kota makkah ditempuh dengan berjalan kaki hingga berhari hari dan berbulan dan atau menggunakan transportasi hewan misalnya dengan onta.Suatu ketika musim haji tiba,beberapa pimpinan kabilah bersama rombongan berangkat menunaikan ibadah haji dengan beberapa onta dan membawa bekal yang cukup.
Dalam perjalanan siang dan malam melewati gurun pasir, rombongan haji ini mendapat masalah. Dari kejauhan Pimpinan rombongan melihat ada beberapa gerombolan orang ditengah perjalanannya. Seketika itu perjalanan dihentikan sejenak, karena sebagai muslim pimpinan rombongan haji ini menanyakan kepada yang lain (anggota haji) jika mereka muslim tidak mungkin mencelakai kita yang akan menunaikan ibadah mulia ini. Sebaiknya kita tunggu waktu sholat.
Waktu dhuhur pun tiba, rombongan haji ini melihat dari kejauhan bahwa orang yang menghalangi perjalanannya ternyata mengerjakan sholat, waktu dhuhur pun berlalu,tibalah waktu sholat ashar, rombongan haji juga masih mengamati dari kejauhan apakah orang yang menghadang perjalanannya masih melakukan sholat atau tidak, dari kejauhan terlihat beberapa orang tadi mengerjakan sholat, tiba sampai waktu maghrib, bahkan sampai sholat lima waktu yang ternyata setelah diamati mereka masih mengerjakan sholat.Hal ini membuat hati Rombongan haji merasa yakin bahwa mereka adalah orang islam dan pasti memiliki niat baik.
Alloh berfirman,
Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar.
Perjalanan menuju makkahpun dilanjutkan tanpa berburuk sangka.
Setelah mendekati beberapa orang yang sholat tadi,tiba tiba rombongan/kabilah tadi diserang dan hewan tunggangan,beserta perbekalannya diambil paksa tanpa tersisa.
Ketika ditanya,bukankah kalian tadi yang sholat?
Jawab si Perampok, benar..tapi itu hanya untuk menunggu kalian lewat agar bisa kami rampas harta bendamu.