BREAKING NEWS: PENGHENTIAN SEMENTARA VAKSINASI TERKAIT KIPI FATAL
A
rie Karimah. Pharma-Excellent. Alumni ITB
Seperti biasa: silakan berkomentar atau bertanya SETELAH ANDA SELESAI membaca tulisan ini. Bukan asal mangap.
Terkait kematian seorang pemuda berusia 22 tahun setelah menjalani vaksinasi di Gelora Bung Karno, 5 Mei 2021, beberapa jam lalu BPOM dan Kemenkes sepakat menghentikan SEMENTARA vaksinasi dengan produk AstraZeneca batch number (kode produksi) CTMAV547. Berita tentang kematian itu ada disini:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=837260403554178&id=100018106773161
Penghentian sementara distribusi dan vaksinasi produk dimaksud dilakukan sambil menunggu selesainya uji sterilitas dan toksisitas yang akan dilakukan oleh BPOM, yang konon memerlukan waktu 1-2 minggu.
Ehm…uji sterilitas bukannya bisa selesai dalam 1-2 hari?
Uji toksisitas bukannya memerlukan waktu berbulan-bulan?
Sila bandingkan dengan kasus di AS ini:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=778522356094650&id=100018106773161
Dan ini:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=782863438993875&id=100018106773161
Pemerintah menerima vaksin dengan nomer batch dimaksud sebanyak 448.480 dosis, dan SUDAH didistribusikan untuk TNI, Jakarta dan Sulawesi Utara. Kasus kematian dimaksud terjadi di Jakarta.
Vaksin dengan nomer batch tersebut merupakan bagian dari total vaksin AstraZeneca sebanyak 3.852.000 dosis yang diterima tanggal 26 April 2021 yang lalu melalui program COVAX.
COVAX (Covid-19 Vaccines Global Access) adalah program berbagi vaksin secara global, yang memberikan vaksin dengan harga diskon atau bahkan gratis ke negara-negara berkembang/miskin. Produsen vaksin terbesar di dunia: the Serum institute of India (SII), dengan kapasitas produksinya yang sangat besar, merupakan pemain utama dalam program COVAX.
SII sudah mengirimkan lebih dari 28 juta dosis vaksin AstraZeneca ke negara-negara miskin/berkembang, termasuk Indonesia. Ini artinya SII menjadi toll manufacturer untuk vaksin AstraZeneca yang ditujukan untuk progam COVAX.
Ayo BPOM dan Kemenkes, untuk kesekian kalinya: undanglah para expert untuk berdiskusi dan antem-anteman soal vaksin ini. Di luar pemerintah banyak jago-jago yang bisa membahas vaksin for every inch and from any point of angle.
Terima kasih untuk kang Bayu Hendarto, yang telah mengangkat isu ini ke saya...🙏🙏.
Colek my MD colleagues, for your awareness: kang Mji Mujiran, bro Rizky Ananta, kang Dok Didin, bro Kadar.
Karimah Muhammad. Clinical pharmacist.
16 May 2021
Sumber: fb.Arie Karimah