News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

"Microsoft Flight Simulator "Tentang hambatan di Terusan Suez

"Microsoft Flight Simulator "Tentang hambatan di Terusan Suez


Kejadian terjebaknya kapal kargo bernama Ever Given di Terusan Suez, menjadi bagian dari permainan video game.

Kisah kapal kontainer yang terjebak di Terusan Suez selama enam hari telah berubah menjadi "Microsoft Flight Simulator."

Sebagaimana melansir laman Geekwire, Senin (29/3/2021), melalui video TikTok menunjukkan pemandangan dari kokpit pesawat penumpang terbang di sepanjang jalur air yang sibuk tersebut.

Hambatan yang terjadi di Kanal Suez karena terdamparnya kapal Jepang Ever Given, bila berlangsung  lama menjadi kekhawatiran  banyak pihak akan kenaikan harga minyak dunia.

Apakah kekhawatiran ini berdasar?

Kanal Suez memang salah satu titik utama lalu lintas perdagangan dunia. Ini karena posisinya yang strategis yang merupakan rute terpendek perdagangan Eropa dan Asia.

Bukan hanya menjadi rute perdagangan ekspor impor minyak dan gas alam namun barang lainnya.

Lloyd's List memperkirakan bahwa barang senilai $ 9,6 miliar melewati kanal tersebut setiap hari. Sekitar $ 5,1 miliar dari lalu lintas itu ke barat dan $ 4,5 miliar ke timur.

Untuk lalu lintas perdagangan minyak dan gas sendiri yang menggunakan kapal Kanal Suez senilai $1,2 milyar per hari.

Namun apakah  benar hambatan ini akan mempengaruhi harga minyak ?

Dalam jangka pendek  bisa dikatakan akan berpengaruh , satu dua kali perjalanan bisa jadi, karena banyak kapal yang tengah terhambat dalam perjalanan dan harus mengatur ulang rute.

Namun menurutku agak sembrono bila percaya satu kecelakaan akan mengubah peta jalur perdagangan dan kenaikan harga permanen. Kecelakaan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.

Data pendukung mengungkapkan

Posisi terusan Suez walau strategis bagi ekspor impor minyak namun tidaklah se strategis sebelumnya.

Terutama karena banyak jalur alternative  perdagangan lainnya yang sudah dan akan terbentuk .

Jalur tercepat untuk  menggantikan posisi Kanal Suez adalah melalui  jaringan  pipa minyak Sumed .

Jaringan SUMED menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania dengan kapasitas lebih dari 2,5 juta barel per hari.

Pipa tersebut mayoritas dimiliki oleh perusahaan minyak BUMN Mesir EGPC sementara Saudi Aramco, Kuwait Investment Authority dan Qatar Petroleum memiliki saham yang lebih kecil.

Jalur kedua adalah  rute klasik sebelum adanya  kanal Suez yaitu melalui Tanjung Harapan di Afrika

Jalur ketiga yang tengah dipromosikan oleh Rusia adalah  Rute Laut Utara (NSR) Rusia - rute laut alternatif Eropa ke Asia yang melintasi laut Arktik di Kutub Utara.

Rute tersebut memotong jarak perjalanan antara China dan Eropa sebesar 40%.

Rusia malah berharap menangguk keuntungan jangka panjang apabila Kanal Suez tertutup total.

Tak heran pendiri Macro Advisory Chris Weafer mengomentari kondisi ini  dengan mengatakan   “Kecelakaan Suez adalah keuntungan positif bersih bagi upaya Rusia untuk memperluas rute pipa langsung ke Eropa, terutama untuk gas, dan untuk mempromosikan rute Laut Utara."

Ini artinya hambatan di Suez justru diharapkan Rusia mendekatkan hubunganya ke Eropa.

Selama ini Rusia memang mengisi pasokan lebih dari 40% impor gas Eropa dan 27% minyak mentah.

Bila terjadi hambatan supply migas jangka panjang dari produsen Arab via Suez justru akan memungkinkan peningkatan supply dari minyak Ural di pelabuhan Rusia di Laut Baltik dan laut Hitam yang didukung pula pipa gas Nord Stream 2  dan Turk Stream 2.

Jaringan pipa Nord Stream 2 lepas dari kontroversinya telah menghubungkan Rusia dan Jerman.

Sementara Turkish Stream 2  menghubungkan jalur Turki – Rusia.  Dimulai dari stasiun kompresor Russkaya di dekat Anapa di Wilayah Krasnodar Rusia, melintasi Laut Hitam ke terminal penerima di Kıyıköy.Turki.

Bagaimana dengan Amerika Serikat ?

Stok minyak AS cukup besar . Menurut American Petroleum Institute melaporkan  mendekati 3 juta barel. Ini artinya kecelakaan sesaat di Suez tidak berpengaruh pada industry dan cukup memberikan kesempatan untuk memikirkan strategi ulang ekspor impor di masa depan.

Untuk transaksi perdagangan data statistic mengungkap bahwa dari  nilai impor $ 2,34 triliun pada tahun 2020 hanya 47 %  yang menggunakan kapal, sementara  sisanya, sekitar 53%, dipasok melalui jalur udara, truk, kereta api, atau jalur pipa.

26 % impor AS berasal dari Meksiko dan Kanada.
19 % impor dari China, namun itu hanya 65 % nya menggunakan kapal.
35 % lainnya menggunakan udara dan tiba di Bandara Internasional Los Angeles, Bandara Internasional O'Hare Chicago, JFK di New York, dan tempat lain.

Mitra dagang Asia besar lainnya, seperti Jepang, Vietnam, Korea Selatan, dan Taiwan,tidak melalui kanal Suez tetapi  berlayar melintasi Pasifik.

Untuk ekspor , hanya sekitar 40% dari $ 1,43 triliun pada tahun 2020 ekspor AS berlayar, dengan sisanya melintasi perbatasan ke Meksiko dan Kanada dengan truk, kereta api atau pipa, atau terbang ke sejumlah negara, termasuk China dan lainnya di Asia.

Ekspor energi AS seperti minyak, bensin, dan gas minyak bumi seperti gas alam telah melonjak ke China, tetapi sebagian besar berangkat dari pelabuhan Teluk, yang akan menggunakan Kanal Panama bukan Kanal Suez

Namun demikian AS perlu turun tangan untuk tangani kecelakaan di Kanal Suez ini dikarenakan bila harga minyak naik maka akan berpengaruh pada inflasi , dan nilai tukar dollar akan turun, karena sebagian besar transaksi menggunakan mata uang Dollar AS.

Penurunan nilai mata uang USD akan berpengaruh pada kebijakan ekonomi AS lainnya.     

Inilah mengapa kecelakaan yang terjadi di Kanal Suez menurutku tidak akan mengubah peta jalur perdagangan minyak mentah dalam jangka panjang.

Sentimen kenaikan  harga minyak malah muncul karena kekhawatiran akibat pengumuman rencana serangan pasukan Houthi Yaman kepada instalasi Saudi Aramco , bukan karena hambatan di Suez.

Juga karena kesepakatan OPEC yang kemungkinan akan tetap mempertahankan jumlah produksinya yang rendah.  

Untuk LNG Qatar memang terpengaruh , karena melewati kanal Suez, namun  itu tidak banyak karena pasokan gas Qatar lebih banyak ke Asia dalam beberapa waktu terakhir . Ini berlaku pula dengan UEA.

Jadi kesimpulannya isu kenaikan harga minyak karena hambatan di Kanal Suez dalam kasus terakhir lebih banyak ditiupkan oleh pedagang perantara (swing trader dan day trader ) untuk ambil keuntungan, bukan real karena kekurangan pasokan dan keterlambatan pengiriman.

Apalagi saat ini tidak ada klausul demurrage akibat penutupan sementara kanal Suez.

Meskipun Kanal Suez tetap disukai sebagai lalu lintas utama perdagangan Eropa Asia , namun bila Kanal Suez terhambat jangka dalam panjang atau terhambat lagi di masa depan maka  tidak akan berpengaruh banyak karena

1. banyaknya alternatif perjalanan kapal.
2.trend perdagangan

Sekian
Suara.com/Adi Ketu

----------

Note : Demurrage adalah biaya yang dipungut oleh perusahaan pelayaran kepada importir bila belum melakukan menaikkan atau menurunkan kontainer ke kapal dalam waktu yang telah disepakati.

Istilah demurrage digunakan saat kargo masih ada di dalam kontainer. Bisa karena belum dibongkar (impor). Atau karena belum dimuat (ekspor).

Salah satu contoh demurrage adalah sebagai berikut:

Sebuah kontainer diturunkan dari kapal pada tanggal 1 Juni dan penerima barang baru melakukan pengambilan kontainer pada tanggal 11 Juni.

Dengan asumsi standar hari gratis yang ditawarkan oleh perusahaan pelayaran  (berbeda dari hari bebas pelabuhan) adalah 7 hari dari tanggal diturunkan, hari bebas biaya harus berakhir pada 7 Juni.

Oleh karena itu, kontainer itu akan disimpan di pelabuhan / terminal untuk total 11 hari ketika diambil pada 11 Juni.
11 hari - 7 hari = 4 hari overstay

Jadi, perusahaan pelayaran akan membebankan consignee demurrage selama 4 hari (7 hingga 11 Juni) dengan tarif pra-tetap.

Adi ketu

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.