News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kenapa kertas yang Diyakini/ dianggap sebagai Uang merosot daya belinya? Ini jawabnya

Kenapa kertas yang Diyakini/ dianggap sebagai Uang merosot daya belinya? Ini jawabnya

Bismillah,

Islam tidak membatasi mencari harta dengan cara apapun, selama tidak melanggar prinsip-prinsip yang telah ditentukan syara’. Karena hukum asal dalam bermu’amalah adalah mubah.

Namun, Islam mempunyai prinsip-prinsip pengembangan sistem bisnis yaitu harus terbebas dari unsur dharar(bahaya), jahalah (ketidakjelasan) dan zulum (merugikan atau tidak adil terhadap salah satu pihak). Gharar (penipuan), Haram, Riba (bunga),Iktinaz atau Ihtikar dan Bathil.

Misal masalah  uang sendiri saja harus memenuhi beberapa  fungsi,diantaranya diterima secara umum, sebagai alat tukar, penakar harga dan alat simpan.

Menurut pendapat Jovons fungsi uang dapat diringkas dalam empat kata, medium,measure, standard, dan store.

Saya lebih senang meringkas menjadi tiga frasa: alat tukar, alat takar, dan alat simpan.

Seperti telah disebutkan di atas secara sederhana fungsi asli uang.

Lihathttp://21centurytrade.blogspot.com/2021/04/seharusnya-uang-itu.html

Hingga kini belum terdengar ada ahli yang menyangkal ketiga fungsi uangn ini, kecuali mereka yang sudah terkontaminasi dengan ide ide modernisme yang absurd.

Alat Tukar 

Sebagai alat tukar (atau disebut juga media pembayaran) ,uang berfungsi untuk memudahkan pertukaran barang dan jasa, merupakan solusi atas praktek barter yang menemui kendala sulitnya mempertemukan dua orang yang cocok menukarkan barangnya.Dengan uang sebagainalat tukar yang diterima secara umum,maka kita tidak akan mengalami kesulitan ketika hendak membeli barang apa pun selagi uang yang kita pakai dapat diterima oleh penjual barang tersebut.

Alat Takar

Uang juga berfungsi sebagai alat takar,karena ia dapat digunakan untuk menunjukkan nilai/harga berbagai macam barang dan jasa yang diperjualbelikan dan menakar niai kekayaan (sehingga dapat menentukan posisi seseorang disebut kaya atau miskin,atau untuk menentukan misalnya kapan dia mencapai Nishob zakat atas hartanya) . Ringkasnya,alat takar disebut juga satuan hitung,bermakna juga sebagai penakar harga suatu barang dan jasa. Misalnya,berapa harga sekarung beras,seekor kambing,seekor ayam ,dan sebagainya.

Alat Simpanan

Terakhir ,uang berfungsi sebagai alat simpanan kekayaan ,karena uang dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa yang akan datang.Ketika kita menyimpan sejumlah uang,maka harapannya uang tersebut dapat tetap menyimpan nilai yang sama ketika kita akan membelanjakannya di kemudian hari.

Istilah populer dari aktifitas menyimpan uang bagi  masyarakat Indonesia disebut menabung beasal dari kata tabung,kebiasaan masyarakat kita menyimpan uang di dalam sebuah kotak yang berbentuk tabung. 

Menabung biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang relatif lama,dengan tujuan untuk menyimpan uang yang didapat sehari hari untuk digunakan sewaktu waktu di kemudian hari.ketika tiba waktunya misalnya,jatuh tempo dari tujuan awal menabung,seperti saat seorang anak akan masuk Sekolah Dasar (ia menabung dari menyisihkan uang jajannya sejak TK) atau ketika tabung tersebut penuh, si penabung berharap hasil jerih payahnya " menunda kesenangan" selama ini dapat terlampiaskan.

Poin yang penting dari aktifitas menabung ini adalah harapan bahwa nilai dan daya beli" uang" yang ditabung seharusnya tetap sama ketika dulu awal menabung hingga tabungannya siap dipanen.

Benarkah rupiah,ringgit,dollar,peso,rupe dan sejenisnya ,yang selama ini biasa kita yakini uang adalah (masih )uang? Kenapa kertas yang selama ini kita anggap dan yakini sebagai Uang merosot"nilai" daya belinya ? Ini jawabnya:

Barangkali anda pernah mendengar atau bahkan mengalami kejadian seperti berikut.Katakanlah Anda adalah orang tua yang memiliki seorang anak yang suka menabung di celengan.

Anak anda menabung sejak 5 tahun yang lalu,dan dengan prediksi di awal ketika tabungannya penuh dia bisa membeli sebuah sepeda,misalnya.waktun pun berlalu. Kini tabungannyan siap"dipanen" . Namun ketika dibuka dan si anak mulai menghitung, betapa terkejutnya/kaget dia. "Uang" jajan yang disisihkannya selama ini di dalam celengan kesayangannya itu ternyata tidak cukup untuk membeli sebuah sepeda. Sebagai orang tua ,Anda haru nomboki agar tidak mengecewakan si anak. Mengapa bisa demikian?

Pertama,asumsinya dari awal si anak mulai menabung sejak lima tahun lalu, anda telah menghitung dengan cermat bahwa dari membeli sebuah sepeda.Hitungan Anda tidak salah.lalu mengapa masih nombok?

Jawabannya, hara sepeda telah naik,dan "uang" hasil tabungan anak Anda justru nilainya turun.

Para Ekonom terpelajar lebih senang mengistilahkan peristiwa naiknya harga barang dan jasa dari waktu ke waktu dengan istilah inflasi. Padahal  dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada mereka,Saya lebih senang menyebutnya depresiasi. Nilai "uang" nya yang justru turun, sehingga ia si "uang" ,gagal menakar harga dalam jangka waktu yang relatif lama.

Konsekuensi lain dari menurunnya nilai "uang" dari waktu ke waktu ini,ia akan gagal menyimpan nilai kekayaan dalam jangka panjang Prediksi awal anda tidak salah,dan anak anda selalu disiplin menyisihkan "uang" jajannya dengan nominal tertentu, misalnya Rp,1000/hari. Harusnya ketika tabungan anaka Anda penuh,akan cukup bila hendak dibelikan sebuah sepeda baru.

Namun  Anda tidak bisa memprediksi dengan pasti seberapa besar depresiasi "uang" yang ditabung itu. Bila sudah begini terjawablah pertanyaan di atas tadi,bahwa sesungguhnya benda benda yang selama ini kita yakini/anggap uang ternyata bukan lagi uang. Mengapa?

Sederhana saja  sebab  benda benda tersebut -rupiah,ringgit,peso,dollar,rupe, atau apapun namanya itu- ternyata  tidak klop dengan apa sebenarnya uang itu sendiri(definisinya).

Pertama Nama naman"uang" yang telah kita sebutkan di atas sesungguhnya bukanlah uang sejati.nasibnya akan sama,entah Anda menggunakan studi kasus dalam satuan rupiah,ringgit,peso,dollar.yang berbeda hanyalah seberapa tinggi ndan cepat tingkat depresiasi nilainya saja,atau inflasi harga barang dan jasa. Mereka tidak mampu memenuhi tiga fungsi uang sekaligus, dan daya belinya tidak stabil, selalu berubah ubah,dan merosot ditelan waktu.

Kedua,sepatutnya nilai uang sepuluh tahun yang lalu harus sama nilainya hari ini,sebab bila tidak, ia akan gagal berfungsi sebagai penyimpan kekayaan,bukan?

Lantas kalau bukan lagi uang, harus disebut apa nama benda benda itu? 

Lihat video berikut:

Bukankah kita telah sepakat bahwa uang harus memenuhi tiga fungsi sekaligus.ia harus mampu menjadi alat tukar,sekaligus sebagai alat penakar harga ,dan juga sebagai alat untuk menyimpan nilai kekayaan. Fungsi ini pun seharusnya tidak lekang dimakan waktu dan zaman.artinya ,bukan hanya berlaku sesaat.seperti diisyaratkan  oleh Ibnul Qoyyim rohimahulloh, nilai dan daya beli uang haruslah stabil.

Lihat:  http://21centurytrade.blogspot.com/2021/04/seharusnya-uang-itu.html

Kenyataan bahwa tabungan anak Anda tidak sesuai dengan prediksi awal seharusnya cukip untuk dibelikan sebuah sepeda,menunjukkan bahwa nilai dan daya beli "uang" yang ditabung ternyata tidak stabil,dalam hal ini menurun... drastis.

Hanya contoh skala kecil untuk memahamkan kenapa kertas yang kita yakini/anggap uang merosot nilai daya belinya.


Tunggu kajiannya...

Adakah inflasi di zaman nabi?







































 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.